Senin, 11 Juli 2011

Produsen mobil bonceng AFTA

SURABAYA – ASEAN Free Trade Area (AFTA) menjadi momen yang baik bagi produsen mobil berkelas, untuk meningkatkan penjualannya di pasar Asia Tenggara. Mereka memanfaatkan kerjasama bilateral antara negara Asia Tenggara, untuk menekan harga penjualan. Caranya, dengan membangun pabrik perakitan mobil di negara-negara ASEAN.

Salah satu pabrikan pembuat mobil asal Jepang, Fuji Heavy Industries (FHI) pembuat Subaru, telah menandatangai nota kesepakatan (MoU) untuk masuk ke dalam kontrak produksi konsinyasi dengan Grup Tan Chong untuk perakitan lokal mobil Subaru di Malaysia.

Sebelumnya, semua kendaraan Subaru yang dijual di Indonesia dibuat secara custom (CBU) di Jepang. Dengan perakitan mobil (CKD) di Malaysia, maka Subaru akan mendapatkan tarif free entry ke Indonesia di bawah perjanjian perdagangan bebas ASEAN.

“Tanpa penambahan bea masuk, harga Subaru ke depan akan lebih murah karena tidak langsung didatangkan secara built up dari Jepang,” ujar Glenn Tan, Presiden Direktur dari PT. TC Subaru, di sela pembukaan showroom Subaru, di Jl. HR Muhammad kemarin (10/7).

Motor Image Indonesia (MII) sebagai distributor Subaru, tidak muluk-muluk untuk pasang target penjualan. Sebagai kota terbesar kedua dan melihat pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus meningkat, MII menargetkan penjualan 10 unit untuk tiap bulannya.

"Diharapkan penjualan dapat terus meningkat karena kami berani membuka dealer di Surabaya, dengan alasan Surabaya merupakan kota terbesar ke dua di Indonesia," ungkapnya.

Tidak hanya merek mobil asal Jepang yang memanfaatkan adanya perdaganan bebas ASEAN, merek mobil asal Eropa dan Amerika juga ikut memanfaatkan perjanjian ini untuk bersaing di pasar Asia Tenggara.

Sebelumnya, Peugeot merek mobil asal Prancis juga memanfaatkan ASEAN Free Trade Area agar mampu menekan harga jual produk yang ujung-ujungnya menarik konsumen untuk membeli. “Dengan memanfaatkan perdagangan bebas ASEAN, harga produk bisa ditekan sehingga mampu bersaing dengan merek mobil lainnya,” ujar CEO PT Astra International-Peugeot, Constantinus Herlijoso.

2011 Peugeot memasang target menjual 240 unit. Naik dratis dari posisi 2009 sebesar 110 unit. “Kami menargetkan, sejak diluncurkan pada Mei hingga akhir tahun nanti, seratus unit akan terserap oleh pasar,” tutur Constantinus. m24
SURABAYA – ASEAN Free Trade Area (AFTA) menjadi momen yang baik bagi produsen mobil berkelas, untuk meningkatkan penjualannya di pasar Asia Tenggara. Mereka memanfaatkan kerjasama bilateral antara negara Asia Tenggara, untuk menekan harga penjualan. Caranya, dengan membangun pabrik perakitan mobil di negara-negara ASEAN.

Salah satu pabrikan pembuat mobil asal Jepang, Fuji Heavy Industries (FHI) pembuat Subaru, telah menandatangai nota kesepakatan (MoU) untuk masuk ke dalam kontrak produksi konsinyasi dengan Grup Tan Chong untuk perakitan lokal mobil Subaru di Malaysia.

Sebelumnya, semua kendaraan Subaru yang dijual di Indonesia dibuat secara custom (CBU) di Jepang. Dengan perakitan mobil (CKD) di Malaysia, maka Subaru akan mendapatkan tarif free entry ke Indonesia di bawah perjanjian perdagangan bebas ASEAN.

“Tanpa penambahan bea masuk, harga Subaru ke depan akan lebih murah karena tidak langsung didatangkan secara built up dari Jepang,” ujar Glenn Tan, Presiden Direktur dari PT. TC Subaru, di sela pembukaan showroom Subaru, di Jl. HR Muhammad kemarin (10/7).

Motor Image Indonesia (MII) sebagai distributor Subaru, tidak muluk-muluk untuk pasang target penjualan. Sebagai kota terbesar kedua dan melihat pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus meningkat, MII menargetkan penjualan 10 unit untuk tiap bulannya.

"Diharapkan penjualan dapat terus meningkat karena kami berani membuka dealer di Surabaya, dengan alasan Surabaya merupakan kota terbesar ke dua di Indonesia," ungkapnya.

Tidak hanya merek mobil asal Jepang yang memanfaatkan adanya perdaganan bebas ASEAN, merek mobil asal Eropa dan Amerika juga ikut memanfaatkan perjanjian ini untuk bersaing di pasar Asia Tenggara.

Sebelumnya, Peugeot merek mobil asal Prancis juga memanfaatkan ASEAN Free Trade Area agar mampu menekan harga jual produk yang ujung-ujungnya menarik konsumen untuk membeli. “Dengan memanfaatkan perdagangan bebas ASEAN, harga produk bisa ditekan sehingga mampu bersaing dengan merek mobil lainnya,” ujar CEO PT Astra International-Peugeot, Constantinus Herlijoso.

2011 Peugeot memasang target menjual 240 unit. Naik dratis dari posisi 2009 sebesar 110 unit. “Kami menargetkan, sejak diluncurkan pada Mei hingga akhir tahun nanti, seratus unit akan terserap oleh pasar,” tutur Constantinus. m24
thumbnail
Judul: Produsen mobil bonceng AFTA
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Otomotif :

0 comments:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz