YOGYAKARTA,(PRLM).- Inefesiensi atau pemborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan mobil dan motor mencapai Rp 14,8 triliun per tahun.
Pengamat masalah transportasi Fakultas Teknik Unika Soegijapranoto Semarang Djoko Setijowarno kemacetan di kota-kota besar sebagai penyebab utama inefesiensi tersebut.
Mengutip dana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dia merinci inefesiensi atau pemborosan BBM mobil di kota-kota besar yang arus lalin padat dan macet mencapai 1,75 liter per hari, sedang motor 0,35 liter per hari. Akumulasi pemborosan BBM mobil sebanyak Rp 6,599 triliun dan motor Rp 8,238 triliun atau total Rp 14. 837 triliun per tahun.
Adapun tingkat konsumsi BBM terbanyak di sektor angkutan darat mencapai 60 persen, lainnya BBM dikonsumsi sektor industri, rumah tangga dan listrik.
Konsumen BBM terbanyak kendaraan pribadi. Begitu pula populasiya, kendaraan pribadi mencapai 92 persen, sedang angkutan publik 8 persen.
Data populasi tersebut bisa dimaknai, kata dia, kendaraan pribadi paling banyak makan BBM dan terbesar andil kemacetan di kota-kota besar.
Dia mengingatkan pemerintah supaya mengerem laju populasi kendaraan pribadi sebaliknya meningkatkan jumlah angkutan atau transportasi publik. Semakin banyak angkutan publik akan semakin efisien konsumsi BBM dan makin kurang tingkat kemacetan di kota-kota besar. Dampak lainnya, ongkos transportasi publik bisa murah.
Menurut dia angkutan publik tidak hanya bus dan sejenisnya, kereta api bisa jadi alternatif solusi sekaligus ikut mengurai kemacetan. "Pemerintah harus didorong untuk mewujudkan transportasi publik yang murah," kata dia, Senin (1/8).
Dia merespon positif atas kebijakan pemerintah yang menganggarkan biaya infrastruktur kereta api rel ganda Semarang - Surabaya sebesar Rp 1,1 triliun, yang bisa direalisasikan mulai 2013.
Anggota Komisi V DPR Sunartoyo menyatakan dukungan dana untuk infrastruktur kereta api untuk pembangunan double track Semarang-Surabaya. Harapannya, jalur tersebut mempercepat transportasi dua kota tersebut dan masyarakat beralih ke transportasi publik semacam kereta sebagai moda transportasi. (A-84/kur)***
YOGYAKARTA,(PRLM).- Inefesiensi atau pemborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan mobil dan motor mencapai Rp 14,8 triliun per tahun.
Pengamat masalah transportasi Fakultas Teknik Unika Soegijapranoto Semarang Djoko Setijowarno kemacetan di kota-kota besar sebagai penyebab utama inefesiensi tersebut.
Mengutip dana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dia merinci inefesiensi atau pemborosan BBM mobil di kota-kota besar yang arus lalin padat dan macet mencapai 1,75 liter per hari, sedang motor 0,35 liter per hari. Akumulasi pemborosan BBM mobil sebanyak Rp 6,599 triliun dan motor Rp 8,238 triliun atau total Rp 14. 837 triliun per tahun.
Adapun tingkat konsumsi BBM terbanyak di sektor angkutan darat mencapai 60 persen, lainnya BBM dikonsumsi sektor industri, rumah tangga dan listrik.
Konsumen BBM terbanyak kendaraan pribadi. Begitu pula populasiya, kendaraan pribadi mencapai 92 persen, sedang angkutan publik 8 persen.
Data populasi tersebut bisa dimaknai, kata dia, kendaraan pribadi paling banyak makan BBM dan terbesar andil kemacetan di kota-kota besar.
Dia mengingatkan pemerintah supaya mengerem laju populasi kendaraan pribadi sebaliknya meningkatkan jumlah angkutan atau transportasi publik. Semakin banyak angkutan publik akan semakin efisien konsumsi BBM dan makin kurang tingkat kemacetan di kota-kota besar. Dampak lainnya, ongkos transportasi publik bisa murah.
Menurut dia angkutan publik tidak hanya bus dan sejenisnya, kereta api bisa jadi alternatif solusi sekaligus ikut mengurai kemacetan. "Pemerintah harus didorong untuk mewujudkan transportasi publik yang murah," kata dia, Senin (1/8).
Dia merespon positif atas kebijakan pemerintah yang menganggarkan biaya infrastruktur kereta api rel ganda Semarang - Surabaya sebesar Rp 1,1 triliun, yang bisa direalisasikan mulai 2013.
Anggota Komisi V DPR Sunartoyo menyatakan dukungan dana untuk infrastruktur kereta api untuk pembangunan double track Semarang-Surabaya. Harapannya, jalur tersebut mempercepat transportasi dua kota tersebut dan masyarakat beralih ke transportasi publik semacam kereta sebagai moda transportasi. (A-84/kur)***

Judul: Pemborosan BBM Mencapai Rp 14,8 Triliun/Tahun
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Senin, Agustus 01, 2011
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Senin, Agustus 01, 2011

0 comments:
Posting Komentar